KENDAL TORNADO FC (ꦏꦼꦤ꧀ꦝꦭ꧀ ꦠꦺꦴꦂꦤꦢꦺꦴ FC) Laskar Badai Pantura
Written by
Risky Deri Pratama
BONGKAR TOTAL, REBUILD
Hari pertama saya memegang kendali, saya melakukan hal yang mungkin dianggap gila. Saya release semua pemain asing yang ada. Bukan karena saya sombong. Bukan karena mereka jelek. Bukan karena saya tidak menghargai mereka. Tapi karena saya ingin tim ini lahir kembali. Dari nol. Dari keyakinan saya sendiri.
Dari sekian banyak nama di bursa transfer, dengan budget transfer yang ada, hanya sedikit yang layak menyandang warna Kendal Tornado FC:
Rekrutan Asing:
- Kurt Zouma : Tembok di lini belakang. Pemimpin sejati.
- Wissam Ben Yedder : Deep Lying Forward, insting gol yang tak perlu diragukan.
- Alexandre Oukidja : GK yang nyaman bermain dengan bola.
- André Sousa : Winger yang mobile.
Rekrutan Lokal 🇮🇩 :
- Nathan Tjoe-A-On : Wing-back kiri. Pemain lokal terbaik di skuad.
- Y. Broers : Tambahan darah segar di lini tengah.
- Well : Bek kanan muda.
LAHIRNYA "TORNADO PRESS"
Setelah berjam-jam di tactics board, setelah setiap malam berdebat dengan diri sendiri, lahirlah sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya di Liga 2 Championship ini:
TORNADO PRESS: 3-4-3 / 5-2-3 Fluid Destruction System
Saya tidak memakai taktik "template". Saya membangun sendiri dari nol dan taktik ini menurut saya sangat cocok untuk tim-tim di Indonesia.
Saat Menyerang (In Possession): Formasi bertransformasi menjadi 3-4-3, kedua wing-back naik sangat tinggi, menciptakan lebar dan overload di sepertiga akhir lawan. Tiga penyerang bebas bergerak mencari ruang sempit.
Saat Bertahan (Out of Possession): Kembali ke 5-2-3, Wing-back turun, menutup ruang lebar. Tiga penyerang langsung aktif menekan dari depan.
Filosofi:
Press tinggi di depan, blok rendah di belakang. Rebut bola, counter secepat kilat.
Saya mulai menggunakan taktik ini pada Gameweek 2, hasilnya? Lumayan efektif melawan sesama human player. Lawan bingung, karena kita pressing tinggi tapi garis pertahanan tetap dalam. Apabila uji coba melawan AI, taktik ini sangat efektif untuk tim-tim underdog. Pada saat Gameweek 1 masih menggunakan formasi 4-4-2 tradisional yang menurut saya hanya efektif saat bertahan, namun saat menyerang kurang fluid dalam pergerakannya.
SATU TUJUAN. SATU JALAN.
IDFM Liga 2 Championship ini penuh dengan manager berbakat. Penuh dengan taktik-taktik canggih. Penuh dengan tim yang sudah lebih dulu mapan. Kami di sini bukan untuk bertahan hidup di Liga 2. Kami di sini untuk meninggalkannya menuju Liga Super. Dengan Zouma di jantung pertahanan dan Nathan Tjoe-A-On menjadi mesin di sisi kiri, saya percaya Kendal Tornado punya kualitas untuk bersaing di puncak. Kendal Tornado FC semoga bisa mencapai tujuan yaitu promosi. The storm has arrived.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!